Diklat PKB Wilayah DIY Diikuti 120 Guru

P4TKSB
Typography

SEBANYAK 120 guru jenjang SMP dan SMA di DIY mengikuti Diklat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi guru seni dan budaya wilayah Yogyakarta yang dibuka Senin, tanggal 12 November 2018 dan berlangsung selama seminggu di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Seni Budaya.

Kepala Seksi Program PPPPTK Seni dan Budaya Sigit Purnomo SPd MPd dalam sambutannya saat membuka Diklat menyatakan, pembelajaran seni budaya di sekolah selama ini masih dipandang  sebelah mata oleh sebagian masyarakat. Padahal jika dikelola dengan benar, pembelajaran seni memiliki kontribusi yang signifikan dalam membentuk karakter peserta didik sebagimana yang saat ini didengung-dengungkan pemerintah.
Ditambahkan Sigit, Diklat itu diselenggarakan PPPPTK Seni dan Budaya dalam rangka memberikan kontribusi peningkatan mutu pendidikan di wilayah DIY. Diklat dilaksanakan selama satu minggu.
“Melalui pendidikan seni sejatinya berbagai aspek penting yang ada pada anak didik dikembangkan, di antaranya adalah daya apresiasi, kreativitas dan kepekaan estetis. Daya apresiasi sangat penting ditumbuhkembangkan agar anak memiliki kemauan dan kemampuan menghargai,” imbuh Sigit.
Menurutnya, daya kreativitas sangat penting untuk membentuk generasi yang memiliki kemampuan dalam menemukan dan memecahkan berbagai persoalan secara cepat dan tepat, sedangkan kepekaan estetis sangat penting dipupuk sejak dini agar anak memiliki kepekaan dalam merasakan dan merespon keindahan lingkungan sekitarnya. Pengembangan ketiga aspek tersebut sangat tepat dilakukan melalui media pembelajaran seni dan budaya di sekolah.
“Proses pembelajaran seni yang tepat hanya dapat dilakukan jika gurunya memiliki kompetensi yang memadai baik dari sisi penguasaan substansi maupun dari sisi penguasaan metodologinya, untuk itu guru selalu dituntut untuk terus-menerus melakukan pengembangan diri, sehingga profesionalisme guru dapat dijaga dan ditingkatkan,” tandasnya.
Sigit menilai Guru seni memiliki peran sebagai sumber informasi (sumber belajar bagi anak didiknya), fasilitator ( pengelola suasana dimana anak didik mau belajar secara sadar ), motivator (pemberi motivasi) dan evaluator (penilai proses dan hasil belajar siswa). Lebih dari itu guru seni harus mampu menggerakkan anak didiknya untuk menjadi kreatif. (Janu)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS