facebook40 twitter40 google40 pinteres40 youtube40 instagram40

SDIT Hidayatullah Belajar Kerajinan Tangan di PPPPTK SB

Foto: Rifky. Siswa SDIT Hidayatullah belajar membuat produk tekstil di Studio Tekstil

P4TKSB
Typography

KUNJUNGAN yang berlangsung selama 2 hari, yakni tanggal 27 dan 28 maret 2018 di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Seni dan Budaya dimanfaatkan oleh siswa dan siswi dari SDIT Hidayatullah untuk mengenal dunia kerajinan tangan.

Dipilihnya PPPPTK Seni dan Budaya dalam kegiatan ini, menurut Ustadzah Norhikmah, S.Tp selaku guru kelas dari kelas 3D, karena pada bulan Maret ini SDIT Hidayatullah mengambil tema Kerajinan Tangan. Para siswa pun dengan atusias mengikuti kegiatan tersebut. Annas, salah satu siswa SDIT Hidayatullah mengungkapkan rasa senangnya dengan menunjukkan hasil karyanya kepada Norhikmah.

Sedangkan menurut Sugiya, S.Pd, salah satu pembimbing dari studio keramik, dunia kerajinan tangan ini perlu disosialisasikan sedari dini karena memiliki tujuan salah satunya untuk mengetahui perbedaan antara gerabah, keramik dan porcelain, karena unsur tanah sangat bermanfaat bagi perkembangan motorik anak.

Sementara itu pada waktu yang sama, peserta didik  kelas berjumlah 27 siswa  yang didampingi oleh Zumi Hanifa, S.Pd mengunjungi Studio Batik dan diterima oleh Suharjito, S.Sn. M.Sn. Sebelum melakukan kegiatan, terlebih dahulu Suharjito memperkenalkan berbagai alat-alat yang digunakan untuk membatik seperti canting dan jenis kain yang biasa digunakan untuk membatik yaitu primisima dan memberikan wawasan mengenai perbedaan jumputan serta batik.

Dalam proses membatik, bahan perintang warna yang digunakan berupa lilin malam panas. Sedangkan untuk jumputan, perintang warna yang digunakan berupa lipatan kain atau tali-temali.

Ditambahkan Suharjito, dalam pewarnaan tekstil terdapat berbagai teknik yang bisa digunakan, salah satunya adalah dengan teknik jumputan (tie dye), teknik inilah yang dipraktekkan oleh peserta didik, sehingga diharapkan dengan kegiatan membatik ini peserta didik lebih mengenal dunia batik sebagai warisan budaya bangsa asli Indonesia sedini mungkin. Disamping dapat ikut serta dalam  melestarikan keberadaan batik di masa mendatang. (Herlin)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS