Artikel Utama

Grid List

Gustav, Bermain, SDN Sapen Yogyakarta

Pendidikan

Oleh: Dr. Toto Sugiarto Arifin, M.Hum, Tulisan ringan ini dipersembahkan bagi anak-anak yang merayakan Hari Anak Nasional pada tanggal 23 Juli 2017. Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap hak tumbuh kembang anak, yang telah disepakati dalam Konvensi Hak-hak Anak. Konvensi ini merupakan salah satu perjanjian Internasional yang dihasilkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengenai Hak Asasi Manusia (HAM). Di Indonesia, konvensi ini dimuat dalam Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Conventional on The Rights of The Child, diperkuat dengan Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 23 tahun 2003.  Sesuai dengan kategori hak-hak anak yang dikeluarkan oleh UNICEF (badan PBB yang khusus menangani anak-anak), hak tumbuh kembang anak meliputi: all kind of education (formal and non-formal) and the right to a standard of living which is adequate for child’s physical, mental, spiritual, moral and social development (semua jenis pendidikan -formal maupun nonformal- dan hak terhadap standar hidup sesuai dengan perkembangan fisik, mental, spiritual, moral, dan sosial anak).

Oleh: Irene Nusanti

Teaching portfolio merupakan materi yang diusulkan untuk menjadi salah satu materi diklat yang diselenggarakan oleh PPPPTK Seni dan Budaya. Tujuan dari kajian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mengajar guru melalui teaching portfolio.

Oleh: Winarto, M.Pd

Abad ke 21 menunjukkan perkembangan kebudayaan yang luar biasa, dengan sebutan sebagai abad teknologi, karena manusia telah dapat mempergunakan alat-alat teknologi ringan dan berat yang serba canggih . Teknologi maju pesat , kecepatan kendaraan melebihi kecepatan suara sehingga dunia menjadi semakin kecil, kehidupan manusia mengglobal, menuntut modernisasi, dengan sifat-sifatnya yang praktisitas dan efisiensi.

Kondisi dan situasi kehidupan mengalami perubahan besar yang cukup drastis dan kompleks, memerlukan keseimbangan manusia dalam perilakunya menyikapi segala sesuatu. Secara umum tampak sebagai perilaku masyarakat.

Widyaiswara sebagai ujung tombak dalam diklat peningkatan kompetensi guru seni dan budaya harus mampu mengantisipasi perkembangan teknologi yang kadang-kadang diluar nalar manusia. Hal ini akan mampu meningkatkan profesionalisme untuk meningkatkan peran widyaiswara dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya kita.

Sepatu dari kulit sisa

Seni

Oleh: Marsudi

Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan proses desain dalam pembuatan produk sepatu dari kulit sisa (aval) yang benar dengan pembelajaran proses desain dan strategi pembelajaran pada diklat produktif kriya kulit.

Oleh: Supriyanta Tyas Purnomo

Proses penciptaan sebuah karya melalui beberapa tahap antara lain identifikasi masalah  yaitu bagaimana penerapan kulit perkamen yang dipadukan dengan kulit tersamak dengan motif pahatan wayang purwa pada produk kap lampu, bahan pokok, bahan penunjang yang digunakan serta proses kerja yang dilaksanakan. Di samping hal tersebut menginvetarisasi data dengan  mencari data-data yang diperlukan.

Oleh: Wiwik Pudiastuti

Zat warna untuk kain katun terdiri dari zat  warna Alami (Natural Dyes) dan zat warna Sintetis (Synthetic Dyes). Zat warna alam terdiri dari akar, batang, kulit, buah, dan bunga. Sedangkan zat warna sintetis adalah zat warna buatan pabrik seperti direk, napthol, bejana, indigosol, rapid dan sebagainya.

Berita Utama

Grid List

Bulungan, Kaltara, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengapresiasi pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang telah berperan dan berkontribusi dalam dunia pendidikan. Kontribusi Pemprov Kaltara tersebut antara lain diwujudkan dengan menghibahkan tanah seluas 4 hektar di Kabupaten Bulungan, Kaltara, untuk pembangunan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Utara. Pemprov Kaltara juga meluncurkan program bantuan pendidikan “Kaltara Cerdas” untuk meningkatkan akses pendidikan di provinsi tersebut.

 
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara yang telah menghibahkan tanah untuk pembangunan LPMP,” ujar Mendikbud saat acara peletakan batu pertama LPMP Kaltara, di Desa Bumi Rahayu, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, (1/11/2016).
 
Ia mengatakan, LPMP Provinsi Kaltara akan dibangun pada tahun 2017 untuk membantu pemprov Kaltara dalam pengembangan dan penjaminan mutu pendidikan di Kaltara.  
 
“Ke depan, Kemendikbud juga akan membangun P4TK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan) dan sekolah berasrama (boarding school) untuk membantu pengembangan pendidikan di Kaltara, khususnya pengembangan pendidikan di daerah terdepan, terluar dan tertinggal,” tutur Mendikbud.
 
Sebelumnya, dalam perjalanan menuju lokasi pembangunan LPMP Kaltara, Mendikbud juga sempat berkunjung ke SDN 02 Tanjung Selor. Di sana ia berdialog dengan para siswa dan kepala sekolah SDN 02 Tanjung Selor mengenai fasilitas pendidikan, didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad. Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud juga menyerahkan bantuan pendidikan untuk SDN 02 Tanjung Selor berupa bantuan dana untuk pembelian alat olahraga. Mendikbud juga berjanji akan membantu pembangunan perpustakaan di sekolah tersebut.
 
Kunjungan kerja Mendikbud dan rombongan kemudian berlanjut ke Universitas Kaltara untuk menghadiri peluncuran bantuan pendidikan “Kaltara Cerdas”. Peluncuran “Kaltara Cerdas” dihadiri Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie, serta jajaran pemerintah daerah di Provinsi Kalimantan Utara. Unsur lain dari pemangku kepentingan di bidang pendidikan di Kaltara juga hadir dalam acara peluncuran tersebut, antara lain guru, kepala sekolah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) peduli pendidikan, dan mahasiswa.
 
Dalam sambutannya saat peluncuran “Kaltara Cerdas”, Mendikbud menyampaikan tiga fokus pemerintah di bidang pendidikan, yaitu perluasan akses pendidikan, penguatan pendidikan karakter, dan penguatan pendidikan vokasi. Terkait pendidikan vokasi, ia mengatakan, masa depan pendidikan vokasi harus benar-benar dapat menyiapkan tenaga kerja yang profesional dan berkarakter.
 

“Saya harap Kaltara dapat mengembangkan pendidikan vokasi yang hebat,” katanya. Setidaknya ada lima bidang prioritas dalam pendidikan vokasi sesuai arahan Presiden Joko Widodo, yaitu bidang maritim/kelautan, pertanian, ekonomi kreatif, pariwisata, serta teknologi dan rekayasa. (Seno Hartono/Desliana Maulipaksi)
Sumber : BKLM

Penulis : Seno Hartono/Desliana Maulipaksi
Editor : Anandes Langguana

Jakarta, Kemendikbud --- Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melibatkan organisasi guru untuk turut menyukseskan rangkaian acara HGN di bulan November. Peringatan HGN tahun ini mengangkat tema “Guru dan Tenaga Kependidikan Mulia Karena Karya”.
 
“Kami akan memperingati HGN bersama dengan berbagai organisasi guru. HGN kita kemas sedemikan rupa dengan kesepakatan bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” demikian disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Sumarna Surapranata, pada jumpa pers persiapan HGN 2016, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis (03/11/2016).
 
Lebih lanjut Pranata menyampaikan rangkaian acara HGN 2016 yang dimulai pada tanggal 20 November 2016 yaitu gerak jalan diikuti sekitar 10 ribu guru, pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor, mulai dari pukul 06.00 WIB, di Jakarta. Selanjutnya, pada tanggal 22 November 2016 akan dilaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata. Ziarah tersebut akan diikuti sekitar 200 orang guru. 
 
Pada tanggal 25 November 2016, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) akan menjadi Pembina upacara peringatan HGN, dimulai dari pukul 07.00 WIB, di halaman Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta. Kemudian pada tanggal 26 November 2016, Direktorat Jenderal GTK mengadakan acara Simposium Guru Nasional yang akan diikuti sekitar 2000 orang guru dari seluruh Indonesia. Simposium tersebut merupakan wahana untuk menuangkan ide, gagasan, dan mencari pemecahan isu atau permasalahan strategis tentang pendidikan. 
 
“Simposium ini akan dilaksanakan di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Jawa Barat. Acara ini akan melibatkan pakar dari perguruan tinggi, praktisi pendidikan, pemerhati pendidikan, LSM pendidikan, organisasi guru, serta GTK berprestasi tingkat nasional,” jelas Pratana.
 
Pelaksanaan simposium tersebut akan membahas 10 topik, yakni Penguatan Pendidikan Karakter di Satuan Pendidikan, Optimalisasi Pendidikan Inklusi, Revitalisasi SMK dalam Menghadapi Daya Saing Ketenagakerjaan, Membangun Budaya Literasi di Satuan Pendidikan, dan Profesionalitas GTK melalui GTK Pembelajar. 
 
Selanjutnya simposium tersebut membahas tentang perlindungan GTK, membangun sekolah yang aman dan nyaman untuk warga sekolah, peningkatan mutu dan akses pendidikan di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), teknologi informasi sebagai media dan sumber belajar, dan penilaian kinerja GTK.
 
Puncak acara Simposium GTK, Peringatan HGN tahun 2016, dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-71 akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2016, di SICC, Sentul, Jawa Barat. Puncak acara tersebut akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, dan 10.000 orang GTK. 
 
Turut hadir dalam jumpa pers tersebut Ketua Pengurus Besar PGRI Muhammad Asmin, Ketua Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Tety Sulastri, Pembina Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sururi Azis, dan Wakil Sekjen Persatuan Guru Nadhatul Ulama (PERGUNU).
 
Jakarta, 03 November 2016
 
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Bulungan, Kemendikbud --- Dalam Peluncuran Bantuan Pendidikan Kaltara Cerdas yang diselenggarakan di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa (01/11/2016), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengimbau kepala dinas, kepala sekolah, dan guru dapat berperan aktif membantu penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Provinsi Kaltara. 

 
“Kami mohon bantuan kepala dinas, kepala sekolah, dan guru untuk proaktif membantu dalam penyaluran KIP di Provinsi Kaltara. Bapak dan Ibu dapat bekerjasama dengan kepala desa, atau kelurahan sebagai upaya percepatan penyaluran KIP.” Pesan Mendikbud dalam sambutannya, di depan 600 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, siswa SMA dan SMK, mahasiswa, dan LSM peduli pendidikan. 
 
Program Indonesia Pintar (PIP) dengan menyalurkan KIP, merupakan upaya pemerintah menjamin anak-anak dari keluarga tidak mampu mendapatkan jaminan pendidikan yang layak hingga sekolah menengah. “PIP juga dapat mendukung Program Pendidikan Kaltara Cerdas, membantu adik-adik kita dari keluarga tidak mampu mendapatkan akses pendidikan hingga sekolah menengah,” tutur Mendikbud.
 
Pada kesempatan ini, Mendikbud juga memberikan pesan kepada para pegiat pedidikan di Provinsi Kaltara memberikan penguatan terhadap Pendidikan Karakter, dan pertajam penguatan pendidikan vokasi. “Terdapat tiga fokus pendidikan yang harus kita laksanakan, yakni memberikan akses pendidikan, perkuat pendidikan karakter, dan pertajam penguatan pendidikan vokasi,” pesan Mendikbud kepada pegiat pendidikan Provinsi Kaltara.
 
Terdapat empat pendidikan vokasi yang menjadi prioritas pemerintah, yakni pariwisata, kemaritiman, ketahanan pangan, dan industri kreatif. Keunggulan pendidikan vokasi yang dapat membawa kemajuan Indonesia di masa mendatang dengan mencetak sumberdaya manusia yang kompetitif dan berdaya saing. “Saya harap Kaltara dapat mengembangkan, dan menjadi contoh penenerapan pendidikan vokasi yang hebat,” pesan Mendikbud.
 
Pada kesempatan ini Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie mengatakan, bahwa Provinsi Kaltara telah menempatkan pendidikan menjadi bagian dari sektor prioritas utama. Hal tersebut ditetapkan sebagai upaya untuk pengentasan kemiskinan melalui pembangunan sumberdaya manusia. “Kami terus berupaya memberikan akses masyarakat terhadap fasilitas dasar pendidikan. Saya yakin dengan tingkat penddikan yang lebih baik, cara berpikir dan wawasan masyarakat akan lebih terbuka, sehingga dapat berinovasi dan menciptakan peluang ekonomi yang baru,” kata Gubernur.
 
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Kaltara, jumlah sekolah mulai dari PAUD, SD, SMP, SLB, SMA, dan SMK berjumlah 1.224 sekolah, dengan jumlah siswa hingga tahun 2016 sebanyak 140.890 orang. “Dengan Peluncuran Bantuan Pendidikan Kaltara Cerdas yang kita selenggarakan ini, diharapkan dapat membantu memberikan akses pendidikan lebih besar lagi untuk anak-anak Kaltara, dengan memberikan batuan beasiswa bagi siswa SD sampai perguruan tinggi” ujar Gubernur.
 
Dalam pengembangan pendidikan, Pemerintah Daerah Provinsi Kaltara telah menetapkan program Wajib Belajar 12 tahun, dan telah diberlakukan di seluruh kabupaten.kota di Kaltara. Selain itu dalam bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) telah melakukan layanan PAUD dengan 1 desa 1 PAUD, dan sudah mencapai 90 persen pelaksanaan layanan tersebut. “Saat ini sudah terdapat 538 lembaga PAUD yang tersebar di 5 kabupaten/kota,” Jelas Mendikbud.
 
Gubernur berharap Kemendikbud dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kaltara dalam membangun pendidikan di kawasan perbatasan. “Kami berharap Kemendikbud dapat membantu membangun sekolah berasrama di daerah 3T, sebagai upaya melakukan pemerataan layanan pendidikan, dan memberikan hak yang sama bagi anak-anak di daerah perbatasan,” harap Gubernur.
 
Menanggapi harapan Gubernur, Mendikbud menyampaikan akan membantu Pemerintah Provinsi Kaltara membangun sekolah berasrama. “Hari ini sudah kita lakukan peletakan batu pertama sebagai awal pembangunan LPMP di Kaltara, ke depan kami juga akan bantu Kaltara membangun P4TK, dan juga sekolah berasrama di daerah perbatasan,” pungkas Mendikbud.




Kabupaten Bulungan-Kalimantan Utara, 1 November 2016
 
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Sumber : BKLM

Para guru peserta Diklat Keahlian Ganda unntuk paket keahlian DKV

P4TKSB

SEBANYAK 392 guru dari berbagai wilayah di tanah air, mengikuti Diklat Program Keahlian Ganda untuk In-2 sebagai kelanjutan dari rangkaian sebelumnya, yakni On-1, In-1 dan On-2 yang diselengarakan PPPPTK Seni dan Budaya yang telah dimulai 20 Agustus 2017 lalu dan berlangsung hingga 2 Oktober 2017.
Kepala Seksi Program PPPPTK SB Sigit Purnomo MPd menjelaskan, Diklat Guru Keahlian Ganda itu terdiri dari paket keahlian Seni Musik Klasik, Seni Musik Non Klasik, Seni tari, Seni Karawitan, Kriya Keramik, Kriya Logam, Kriya Kayu, kriya Kulit, Kriya Tekstil, dan Broadcast (teknik produksi penyiaran radio dan televisi ), Desain Komunikasi Visual, dan Animasi.
Kegiatan berlangsung dalam dua angkatan. Angkatan pertama dilaksanakan di SMK Negeri 1 sebagai Pusat belajar untuk dua kelas dari Paket Keahlian Kriya Tekstil.  Sedangkan angkatan ke-2 dilaksanakan di PPPPTK Seni dan Budaya serta di LPMP DIY meliputi paket keahlian semua paket keahlian, termasuk kriya tekstil.
Khusus kriya tekstil dilaksanakan dalam dua angkatan di dua tempat yang berbeda karena jumlahnya yang cukup banyak. Untuk angkatan ke-2 dimulai pada tanggal 3 September 2017 dan akan berakhir pada tanggal 2 Oktober 2017.
Seluruh kegiatan diakhiri dengan Uji Kompetensi yang dilakukan oleh Assesor dari LSPP2 yang ada di PPPPTK Seni dan Budaya Yogyakarta. Uji Kompetensi untuk memastikan penguasaaan kompetensi guru sudah sesuai dengan tuntutan standar yang ditentukan untuk dapat melaksanakan proses pembelajaran pada  keahlian yang baru yang diikuti pada Program Guru Keahlian Ganda. (Janu)

Para peserta Diklat Program PKP tengah mengerjakan tes awal

P4TKSB

PUSAT Pengembangan dan pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Seni dan Budaya (PPPPTK SB) menyelenggarakan Diklat Penyegaran dan Pembekalan Calon Instruktur Nasional Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), mulai 12 Juli hingga 3 Agustus di Solo dan Yogyakarta.

Kepala Seksi Program PPPPTK SB Sigit Purnomo MPd menjelaskan, Diklat dibagi menjadi dua gelombang. Untuk gelombang pertama diikutui 1.000 calon Instruktur Nasional dari Jawa Tengah (Jateng) dibagi dalam 25 kelas. Untuk penyegaran gelombang pertama berlangsung hingga 17 Juli dan untuk pembekalan berakhir 21 Juli.

Sedang untuk gelombang kedua, diikuti sekitar 1.225 orang yang dimulai 25 Juli. Untuk penyegaran berlangsung hingga 30 Juli dan untuk pembekalan berakhir pada 3 Agustus.

Tujuan dari Diklat itu adalah untuk menyiapkan Instruktur nasional Program PKB guru jenjang Sekolah Dasar (SD) yang kompeten dan profesional. Hasil yang diharapkan, tersedianya Instruktur nasional Program PKB guru jenjang Sekolah Dasar SD yang kompeten dan profesional.

Program PKB merupakan program nasional yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan RI melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga kependidikan (Dirjen GTK). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh Ditjen GTK, yakni pada tahun 2017 nilai uji kompetensi guru secara nasional mencapai rata-rata 7.00. (Janu)

Peserta Keahlian Ganda mengikuti Pembukaan Diklat

P4TKSB

PPPPTK Seni dan Budaya menerbitkan Surat Edaran Tambahan Pelaksanaan ON-2 Program Keahlian Ganda. Dalam surat ini terdapat panduan mengenai pelaksanaan, penetapan peserta, tempat pelaksanaan, pengaturan waktu pelaksanaan, belajar mandiri dan penugasan, pelaksanaan praktik mengajar, pelaksanaan praktik kerja industri, maupun bantuan ON bagi peserta. Surat ini menjadi petunjuk bagi peserta keahlian ganda dalam pelaksanaan ON-2 pada 14 Mei s.d. 13 Agustus 2017.